Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts
Wednesday, 4 January 2017

teaching learning

The definition of thinking is a skill that is useful for humans to gain knowledge as much as possible. Thinking skills can be taught in schools in ways direct and systematic, can be held in all fields of study at school and can also be held in a separate program.
Learning about thinking can be done through science is taught. Cognitive abilities are very basic, which is owned by the students can be integrated with the teaching of thinking skills specified directly. Activity decoding in reading requires analysis, comparing, making analogies, make a guess-guess, synthesis, and evaluation, so that the direct teaching of thinking taught to mastery of cognitive abilities as part of the program reading (decoding). (Mulyadiharja & Ganesha, 2012)
The thought process is grouped into four problem-solving, decision making, critical thinking and creative thinking. This is consistent with the literature on high-level thinking. Here are four description of the process of thinking:

Solution to problem
merupaka a problem solving process that preceded seek informas thinking about an event to obtain relevant infosrmasi, then serve targeted information is managed so as to produce a decision to solve an event that is beyond expectation. This is in line with the opinion of the experts the following:
according Hamalik (1994), Problem solving is a mental process and intellectual in finding problems based on accurate data and information, in order to take proper and careful keputusanyang
Another opinion is a problem solving approach where lagkah - the next step until the final settlement is more quantitative (Qrustian Blogs Friendster.c0m).
This berarati orentasi infestigasi learning and problem solving is a discovery which essentially solving the problem. Furthermore, the level of problem solving is to be solved by understanding the amount of knowledge and skills and the results achieved after the individual concerned individuals to experience a learning process that teaches a specific knowledge.

Think critically
The next process of thinking is critical thinking. Keritis thinking is a process before making a decision. Information obtained to be considered so that the right decisions are taken.
This is in line with the opinion of the experts. In general, critical thinking is the determination carefully and deliberately whether to accept, reject or postpone a decision on a claim / statement (Moore and Parker, 1988: 4). Or it can also be said critical thinking is a process that aims to make decisions that make sense about what to believe or what to do (Ennis, 1996: xvii). Critical thinking skills are very important, because in everyday life the way a person directs his life depended on it believes statement, statement of receipt. Further more carefully evaluate a statement, then divide the existing issues relevant whether or not the statement is evaluated. When one considers a statement that he already had certain information that is relevant to the claim and can reflect on where to get more information if needed (Haryani, 2012)

Decision-making
Humans are involved with many things in their daily lives, from the simple to the complex. humans will be faced with many choices. Decision-making is a part of human life in the face of various problems for subsistence, so that every human being requires making the right decision. Decision-making becomes an ordinary thing to do because every individual has faced many problems to be able to sustain life.
Two sections linking decision making is emotional maturity and self-efficacy so that there are two factors that affect a person's apat in taking keutusan. That is a factor of the inside and outside factors.
According Noorderhaven (1995: 46), factors within the individual that can influence the decision include emotional maturity, personality, intuition, and age. Bandura and Jourden (1991: 24) argues that decision making can be facilitated or hindered by their self-efficacy.

Creative thinking
Creative thinking is a mental activity that produces something new results from development. This is in accordance with the opinion of Coleman and Hammen (Sukmadinata, 2004a) that "Creative thinking is a mental activity to improve the purity (originality) and sharpness of understanding (insight) in developing something (generating)". The ability of creative thinking with regard to the ability to produce or develop something new, something unusual that is different from the ideas generated most people.

There are four stages in creative thinking, namely; (1) Exploring, identify what things you want done in conditions that exist at the moment; (2) Inventing, viewing or reviewing a variety of tools, techniques, and methods that have owned that may assist in eliminating the traditional way of thinking; (3) Choosing, identifying and selecting the ideas that are most likely to be implemented; (4) Implementing, how to make an idea can be implemented (Istianah, 2013)

Four of this thinking process into a single unit to be able to face an event that is beyond expectations. The process is forming a cycle thinking in solving the problem. When the problem has not terselesaikn eating process will be repeated from the beginning, enhance information, weigh information back, in order to get the solution.

This article is taken from several sources, can be checked in the following bibliography. May be useful


Bibliography
Bandura, Albert. 1986. Self-Efficacy (Efikasi Diri). Multiply.
Haryani, D. (2012). P – 17 membentuk siswa berpikir kritis melalui pembelajaran matematika, (November), 978–979.
Istianah, E. (2013). MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK DENGAN PENDEKATAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) PADA SISWA SMA. Infinity2(1), 43–54.
Mulyadiharja, S., & Ganesha, U. P. (2012). PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN AUTENTIK PEMBELAJARAN IPA KONTEKSTUAL TERINTEGRASI DENGAN MODEL PENGAJARAN, 1(1), 1–12. Retrieved from https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=20&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiKtNT9tpjRAhVMOY8KHeKxBMw4ChAWCGAwCQ&url=http%3A%2F%2Fejournal.undiksha.ac.id%2Findex.php%2FJPI%2Farticle%2Fdownload%2F4482%2F3455&usg=AFQjCNEn1KEGivu9CnKp3mZ-yXI
 Moore, B.N & Parker, R. 1986. Critical Thinking Evaluating and Arguments in Everyday Life. California State University. California: Mayfield Publishing Company.http://www.utc.edu/walker-center-teaching-learning/teaching resources/ct-ps.php
Sukmadinata, N.S. (2004). Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Bandung: Yayasan Kesuma Karya.(a)

Tuesday, 3 January 2017

Belajar Berfikir

Definisi dari berpikir adalah suatu keterampilan yang berguna bagi manusia untuk meraih pengetahuan sebanyak- banyaknya. Keterampilan berpikir dapat diajarkan disekolah melalui cara-cara langsung dan sistematis, dapat diselenggarakan pada semua bidang studi disekolah dan dapat pula diselenggarakan pada program tersendiri.

Pembelajaran tentang berpikir dapat dilakukan melalui bidang ilmu yang diajarkan. Kemampuan-kemampuan kognitif yang sangat mendasar, yang dimiliki siswa dapat diintegrasikan dengan pengajaran keahlian-keahlian berpikir tertentu secara langsung. Kegiatan decoding dalam membaca memerlukan analisis, membandingkan, membuat analogi-analogi, membuat terkaan-terkaan, sintesa, dan evaluasi, sehingga pengajaran tentang berpikir secara langsung diajarkan pada penguasaan kemampuan kognitif sebagai bagian dari program membaca (decoding). (Mulyadiharja & Ganesha, 2012)
Proses berpikir dikelompokan menjadi empat yaitu pemecahan masalah, pengambilan keputusan, berpikir kritis dan berpikir kreatif. Hal ini sejalan dengan literatur tentang berfikir tingkat tinggi. Berikut empat uraian mengenai proses berfikir :

Pemecahan Masalah
pemecahan masalah merupaka suatu proses berfikir yang didahului mencari informas mengenai suatu peristiwa untuk memperoleh infosrmasi yang relevan,kemudian informasi tersbut dikelola sehingga menghasilkan keputusan untuk menyelasaikan suatu peristiwa yang diluar dari harapan. Hal ini sejalan dengan pendapat para pakar berikut :
menurut Hamalik (1994), Problem solving adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat diambil keputusanyang tepat dan cermat
Pendapat lain problem solving adalah suatu pendekatan dimana lagkah – langkah berikutnya sampai penyelesaian akhir lebih bersifat kuantitatif ( Qrustian Blogs Friendster.c0m).
ini berarati orentasi pembelajaran problem solving merupakan infestigasi dan penemuan yang pada dasarnya pemecahan masalah. Selanjutnya problem solving merupakan taraf yang harus dipecahkan dengan cara memahami sejumlah pengetahuan dan keterampilan dan merupakan hasil yang dicapai individu setelah individu yang bersangkutan mengalami suatu proses belajar yang diajarkan suatu pengetahuan tertentu.

Berfikir Kritis
Proses berfikir selanjutnya adalah berfikir kritis. Berfikir keritis merupakan suatu proses sebelum pengambilan keputusan. Informasi yang didapat dipertimbangkan sedemikian sehingga keputusan yang diambil tepat.
Hal ini sejalan dengan pendapat para ahli. Secara umum berpikir kritis adalah penentuan secara hati-hati dan sengaja apakah menerima, menolak atau menunda keputusan tentang suatu klaim/pernyataan (Moore dan Parker, 1988:4). Atau dapat juga dikatakan berpikir kritis adalah suatu proses yang bertujuan untuk membuat keputusan-keputusan yang masuk akal tentang apa yang dipercayai atau apa yang dilakukan (Ennis, 1996: xvii). Kemampuan berpikir kritis sangat penting, karena dalam kehidupan sehari-hari cara seseorang mengarahkan hidupnya bergantung pada pernyataan yang dipercayainya, pernyataan yang diterimanya. Selanjutnya secara lebih berhati-hati mengevaluasi suatu pernyataan, kemudian membagi isu-isu yang ada apakah relevan atau tidak dengan pernyataan yang dievaluasi. Ketika seseorang mempertimbangkan suatu pernyataan dia telah mempunyai sejumlah informasi tertentu yang relevan dengan pernyataan tersebut dan secara umum dapat menggambarkan di mana mendapatkan informasi yang lebih banyak jika diperlukan (Haryani, 2012)

Pengambilan Keputusan
Manusia terlibat dengan banyak hal dalam kehidupan sehari-harinya, dari yang sederhana hingga yang kompleks. manusia akan dihadapkan dengan banyaknya pilihan-pilihan. Pengambilan keputusan merupakan bagian dari hidup manusia dalam menghadapi berbagai masalah untuk pemenuhan kebutuhan hidup, sehingga setiap manusia memerlukan pengambilan keputusan yang tepat. Pengambilan keputusan menjadi suatu hal yang biasa dilakukan karena setiap individu menghadapi berbagai permasalahan untuk dapat mempertahankan hidupnya.
Dua bagian yang menghubungkan antara pengambilan keputusan adalah kematangan emosi dan self-efficacy sehingga ada dua faktor yang apat mempengaruhi seseorang dalam mengambil keutusan. Yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.
Menurut Noorderhaven (1995: 46), faktor-faktor dalam diri individu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan antara lain adalah kematangan emosi, kepribadian, intuisi, dan umur. Bandura dan Jourden (1991: 24) berpendapat bahwa pengambilan keputusan dapat dipermudah atau dihambat oleh adanya self- efficacy.

Berfikir Kreatif
Berpikir kreatif merupakan kegiatan mental yang menghasilkan sesuatu yang baru hasil dari pengembangan. Hal ini sesuai dengan pendapat Coleman dan Hammen (Sukmadinata,2004a) bahwa ”Berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian (originality) dan ketajaman pemahaman (insight) dalam mengembangkan sesuatu (generating)”. Kemampuan berpikir kreatif berkenaan dengan kemampuan menghasilkan atau mengembangkan sesuatu yang baru, yaitu sesuatu yang tidak biasa yang berbeda dari ide-ide yang dihasilkan kebanyakan orang.


Terdapat empat tahap dalam berpikir kreatif, yaitu; (1) Exploring, mengidentifikasi hal-hal apa saja yang ingin dilakukan dalam kondisi yang ada pada saat ini; (2) Inventing, melihat atau mereview berbagai alat, teknik, dan metode yang telah dimiliki yang mungkin dapat membantu dalam menghilangkan cara berpikir yang tradisional; (3) Choosing, mengidentifikasi dan memilih ide-ide yang paling mungkin untuk dilaksanakan; (4) Implementing, bagaimana membuat suatu ide dapat diimplementasikan (Istianah, 2013)

Empat proses berfikir ini menjadi satu kesatuan untuk dapat menghadapi suatu peristiwa yang diluar harapan. Proses berfikir ini membentuk suatu siklus dalam menyelesaikan permasalahannya. Ketika permasalahan belum terselesaikn makan proses akan berulang dari awal, menyempurnakan informasi, menimbang informasi dengan kembali, sehingga didapat penyelesaiannya.

Tulisan ini diambil dari beberapa sumber, bisa dicek di daftar pustaka berikut. Semoga bermanfaat
Daftar pustaka

Bandura, Albert. 1986. Self-Efficacy (Efikasi Diri). Multiply.
Haryani, D. (2012). P – 17 membentuk siswa berpikir kritis melalui pembelajaran matematika, (November), 978–979.
Istianah, E. (2013). MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIK DENGAN PENDEKATAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) PADA SISWA SMA. Infinity, 2(1), 43–54.
Mulyadiharja, S., & Ganesha, U. P. (2012). PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN AUTENTIK PEMBELAJARAN IPA KONTEKSTUAL TERINTEGRASI DENGAN MODEL PENGAJARAN, 1(1), 1–12. Retrieved from https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=20&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiKtNT9tpjRAhVMOY8KHeKxBMw4ChAWCGAwCQ&url=http%3A%2F%2Fejournal.undiksha.ac.id%2Findex.php%2FJPI%2Farticle%2Fdownload%2F4482%2F3455&usg=AFQjCNEn1KEGivu9CnKp3mZ-yXI
 Moore, B.N & Parker, R. 1986. Critical Thinking Evaluating and Arguments in Everyday Life. California State University. California: Mayfield Publishing Company.http://www.utc.edu/walker-center-teaching-learning/teaching resources/ct-ps.php
Sukmadinata, N.S. (2004). Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Bandung: Yayasan Kesuma Karya.(a)





Sunday, 25 December 2016

how to DEVELOPMENT INSTRUMENTS OF OBSERVATION

In a study would require observation instrument to produce accurate data. We describe four inner steps to make the instrument observation. The fourth part is the planning, implementation techniques, reference instruments, and Giving feedback. Here we describe the key points:
Technical Guidelines for the Assessment Planning Observation

  • Determine the attitude of competence to be assessed,
  • Determining the components of attitude is to be assessed, whether related cognitive, affective or conative,
  • Develop the attitude display indicator according to its competence to be measured,
  • Planning the assessment time (during the learning process or at the end of the lesson),
  • Selecting appropriate valuation techniques with the attitude indicator to be measured (eg: a diary, checklists, anecdotal records),
  • Draw up an assessment rubric attitude that shows the key criteria in the form of performance indicators,
  • Technical planning a recording of attitude whether in the form of a check list, description or qualifications (good, moderate, less) than to see the attitude of learners,
  •  Develop observation sheet to record to see the attitude of learners,
  • Organize tasks if required. Tasks are used to display the attitude of learners that can be planned and or conditioned to be displayed by learners.


Technical Guidelines for Assessment With Observations
• Delivering competence attitudes need to be accomplished learners,
• Deliver criteria and indicators of achievement attitude to learners.
• Conduct observations on display attitudes of learners during learning in the classroom or during attitude displayed,
• Menemu ndikator on outcomes assessment rubric that shows the attitude of learners,
• keep records to see the attitude of learners,
• Comparing to see the attitude of learners with the assessment rubric,
• Determine the level of achievement of learners attitude.

A reference instrument, the assessment by observation
• Measuring aspects of attitude (not cognitive or psychomotor) required core competencies and basic competencies,
• in accordance with the competence to be measured,
• load the attitude or the attitude indicator can be observed,
• easy or feasible to use,
• be able to record the attitudes of learners.

Technical Guidelines for Giving Feedback Observations
• Feedback is given to students based on the results of observation,
• Delivered with clear language
• Feedback is delivered orally through a conference or in writing and be constructive,

• Feedback motivate learners to improve his attitude.